KENAPA HADIS QUDSI TIDAK DIMASUKKAN DALAM AL-QURAN

Mengenai ‘hadits qudsi’, untuk memahaminya perlu terlebih dahulu memahami struktur insan, kerana pemahamannya sangat rapat dengan struktur diri kita ini. Penjelasan struktur insan ini, sudah  tentu terlalu panjang untuk dibahaskan, hanya melalui satu dua e-mail saja tidak cukup.

Tetapi inilah penjelasan sederhananya . kita mengenal ada tiga elemen dari struktur insan, iaitu ‘Jasad’ (tubuh, mental, unsur-unsur psikologi, termasuk syahwat dan hawa nafsu), kemudian ‘Nafs’ (jiwa, diri kita yang sebenar, diri kita sebenarnya yang diturunkan ke bumi untuk menyempurnakan jasad ini), terakhir adalah ‘Roh’. Tidak banyak yang diketahui tentang roh, sebagaimana disebutkan dalam QS. 17:85,

“Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Terlalu sedikit manusia dapat mendekati dengan Allah, taubatnya mahupun kebersihan diri  (keIslamannya) sudah sangat diterima oleh Allah ta’ala, ada yang dianugerahi Allah dengan elemen ke-empat, iaitu Roh Al-Quds. Contohnya boleh dibaca di QS 2:87, 2:253, 15:110, dll. Ada manusia yang pada dirinya diperkuat dengan Roh Al-Quds .

Roh Al-Quds ini kadang-kadang  menyampaikan perkataan Allah yang langsung ditujukan pada hambanya ini. Contohnya Allah  menjawab sebuah ‘dialog’ ataupun ‘persoalan’ tertentu yang ditanyakan kepada nabi atau laian-laian hamba pilihanya, baik untuk pribadi maupun ummat.

Perkataan Allah yang disampaikan melalui Roh Al-Quds ini disebut sebagai  Pesanan Qudsi. Dan yang disampaikan kembali oleh Nabi apa yang diperolehnya dari Roh Al-Quds, inilah yang disebut ‘Hadis Qudsi’.

Mengapa tidak ada dalam Al-Quran? Kerana hadis Qudsi bukan termasuk kepada wahyu Al-Quran. Al-Quran merupakan  petunjuk umum bagi seluruh alam semesta dan ummat manusia.Sebagai undang-undang dasar. Sudah tentu terlalu banyak  dialog para Nabi dengan Allah yang sifatnya pribadi mahupun sifatnya personal ataupun berkaitan dengan sekelompok kecil orang sahaja dan bukan untuk seluruh ummat. Ada maklumat-maklumat yang bukan undang-undang. Jika kita perhatikan, kalimat-kalimat Allah dalam hadis-hadis Qudsi itu lebih lembut dan baik, lebih informal. Sedangkan dalam ayat-ayat Al-Quran terlihat lebih tegas dan umum.  Wallahhu A’lam.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 51 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: