Beranda > halaman > Dialog saya dan paulus rasul

Dialog saya dan paulus rasul


Paulus Rasul …saya pindah kesini? definisi rasul yang secara sederhana berarti utusan.
Rasul adalah manusia yang diutus Tuhan untuk menyampaikan ayat-ayat-Nya
kepada manusia yang dengan perantaraan pengutusan itu Tuhan akan
menjadikan agama yang benar itu terpandang di atas semua agama yang
lain.

Paulus Rasul
disini saja? Cinta tanah air apakah sebagian dari iman????
Kemarin jam 10:07

>Bintang Asyura
paulus rasul..

Cinta tanah air sebagian dari iman – Hadits Palsu

Sebagaimana dikatakan oleh ash-Shaghani dalam al-Maudhu’at halaman 7 serta lainnya….

Berkata Syaikh al-Albani : “Makna kata ini juga tidak benar, karena cinta tanah air itu seperti halnya cinta pada diri, harta dan lainnya. Semua itu merupakan insting manusia, yang seseorang tidak dipuji karena mencintainya, juga bukan merupakan konsekuensi keimanan, tidakkah engkau mengetahui bahwa semua manusia memiliki kecintaan ini, tanpa dibedakan apakah dia itu orang mu’min atau kafir?!”

[sumber: Hadits lemah dan palsu yang populer di indonesia – Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf]

Paulus Rasul
bintang: Barangsiapa yang menjaga untuk ummatku empat puluh hadits, maka saya akan menjadi syafaat baginya pada hari kiamat.???
Kemarin jam 10:13

>Bintang Asyura
paulus…
Diriwayatkan oleh Hasan bin Sufyan dalam Arba’in beliau, Tamam dalam al-Fawa’id 2/209, Ibnu Adi 2/15 al-Khathib dalam Syaraf Ashhabul Hadits 1/32 dan lainnya dari jalan Ishaq bin Najih dari Ibnu Juraij dari Atha’ bin Abi Rabah dari Ibnu Abbas secara marfu’.

Sisi cacatnya, pada sanadnya terdapat Ishaq bin Najih, dia seorang yang memalsukan hadits.

Hadits ini mempunyai banyak jalan lainnya, namun semuanya diriwayatkan oleh para pendusta para pemalsu hadits. Oleh karena itu Syaikh al-Abani setelah memaparkanjalan-jalan sanad hadits ini beliau berkata:

Berkata Imam Nawawi dalam Muqaddimah Arba’in beliau: Para Ulama huffadl sepakat bahwa ini adalah hadits lemah, meskipun banyak jalannya. “Maksudnya bahwa banyaknya jalan hadits ini tidak membuat kelemahannya terangkat, ini semua adalah karena sangat lemah dan perbedaan matannya. “Yang benar menurutku bahwa hadits ini palsu, meskipun sangat terkenal dikalangan para ulama, dan karena hadits inilah mereka menulis kitab arba’in, namun seandainya shahih tidak mungkin Allah menjadikan hadits ini hanya diriwayatkan oleh para pendusta”
Kemarin jam 10:13

Paulus Rasul
Dunia adalah ladang untuk akhirat coba jelaskan bintang?
Kemarin jam 10:17

>Bintang asyura
paulus..

Dunia adalah ladang untuk akhirat – Tidak ada asal usulnya

Berkata as-Sakhawi: “Hadits ini terdapat dalam nuskhah Sam’an bin Mahdi dari hadits Anas secara marfu’, demikian juga disebutkan oleh ad-Dailami tanpa sanad, maka berarti hadits ini tidak shahih…. Lihat Selengkapnya

[sumber: Hadits lemah dan palsu yg populer di Indonesia – Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf]
Kemarin jam 10:17

Paulus Rasul
Ajarilah anak-anak kalian berenang dan memanah – Lemah apa pengertian anda soalan ini?
Kemarin jam 10:19

>Bintang Asyura
paulus…
Diriwayatkan oleh ad-Dailami 2/177 dari jalan Salim bin Amr al-Anshari dari paman bapaknya dari Bakr bin Abdillah bin Rabi’ al-Anshari secara marfu’.

Sisi cacatnya adalah kemajhulan salim ini, sebagaimana dikatakan oleh Imam adz-Zhahabi.

Berkata Imam as-Sakhawi dalam al-Maqashid al-Hasanah dan al-Ajluni dalam Kasyful Khafa’ tentang hadits ini: “Sanadnya lemah.”

Berkata Abu Yusuf: “Namun disyariatkan belajar memanah dan berenang dengan lafadz: “Segala sesuatu yang tidak menyebut nama Allah adalah sia-sia atau kelalaian kecuali empat perkara: Berjalannya seseorang diantara dua sasaran (untuk latihan memanah), melatih kuda, bermain-main dengan istrinya dan latihan renang.”
Kemarin jam 10:20

Paulus Rasul
satu lagi bintang : Saya adalah kota ilmu dan Ali sebagai pintunya, maka barangsiapa yang menginginkan ilmu hendaklah mendatanginya dari arah pintunya. maaf kalau saya nanya???
Kemarin jam 10:21

>Bintang Asyura
paulus…
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam Tahdzibul Atsar, ath-Thabrani alam al-Kabir 1/108, Hakim 3/126, al-Khathib Tarikh Baghdad 11/48, Ibnu Asakir 2/159 dari jalan Abu Shalt Abdussalam bin Shalih al-Harawi, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari A’masy dari Mujahid dari Ibnu Abbas secara marfu’.

Berkata Hakim: “Sanadnya shahih. pernyataan ini dibantah oleh Adz-Dzahab, beliau mengatakan: “Bahkan yang benar adalah hadits palsu”.

Dalam tempat lainnya Imam adz-Zhahab sampai berkata kasar kepada Imam Hakim karena beliau menshahihkan hadits palsu: “Demi Allah hadits ini palsu, Ahmad (Salah seorang perawi dalam sanad hadits-pent) adalah pendusta, alangkah bodohnya engkau padahal ilmumu luas.”

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “Hadits ‘Saya adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya’ lebih parah kelemahannya, oleh karena itu termasuk jajaran hadits palsu meskipun diriwayatkan oleh Tirmidzi dan disebutkan oleh Ibnul Jauzi, namun beliau menjelaskan bahwa semua sanadnya palsu. Kedustaan ini juga bisa dilihat dari matannya sendiri, karena seandainya Rasulullah kota ilmu lalu pintunya hanya satu dan tidak bisa mengambil ilmu dari beliau kecuali dari pintu ini, niscaya Islam akan tertutup, padahal diketahui bahwa Ilmu Rasulullah baik yang dari al-Qur’an maupun as-Sunnah sudah merambah seluruh dunia, sedangkan yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib sangat sedikit sekali, kebanyakan tabi’in mempelajari Islam pada zaman Umar dan Utsman, juga yang diajarkan oleh Mu’adz kepada penduduk Yaman lebih banyak dari apa yang diajarkan Ali, sedangkan Ali tatkala datang ke kota kufah saat itu sudah ada para Imam Tabi’in semacam Syuraih, Ubaidah, Alqamah, Masruq dan lainnya. sekarang gantian ? saya yg bertanya
Kemarin jam 10:22

Paulus Rasul
belum bintang saya masih ada pertanyaan? Perumpaan orang yang belajar pada masa kecil adalah semacam mengukir diatas batu, sedangkan perumpamaan orang yang belajar pada saat sudah tua semacam menulis diatas air ???
Kemarin jam 10:25

>Bintang Asyura
paulus…
Hadits ini disebutkan as-Suyuthi dalam Jami’ Shaghir dari riwayat Thabrani dalam al-Kabir dari Abu Darda’.

Sisi cacatnya adalah Marwan bin Salim as-Syami, Berkata Imam Bukhari: “Munkar Hadits.” Berkata as-Saji: “Pendusta tukang palsu hadits.” Berkata Abu Urubah al-Harani:”Dia memalsukan hadits.
Kemarin jam 10:26

Paulus Rasul
bintang? Carilah ilmu walau pun sampai di negeri Cina – Bathil???
Kemarin jam 10:27

>Bintang Asyura
paulus…
Diriwayatkan oleh Ibnu Adi 2/297, Abu Nu’aim dalam Ahkbar Ashbahan 2/106, al-Khatib al-Baghdadi dalam Tarikh Baghdad 9/364, Ibnu Abdil Bar dalam Jami’ Bayanil ilmi 1/7 dan selainnya dari jalan Hasan bin Athiyyah berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abu Atikah Tharif bin Sulaiman dari Anas bin Malik secara marfu’. Sisi Cacatnya, Abu Atikah Tharif bin Sulaiman.

Berkata Imam Bukhari: “Munkar Hasdits.”
… Lihat Selengkapnya
Berkata Nasa’i: “Tidak tsiqah.”

Berkata al-Uqaili: “Haditsnya ditinggalkan.”

Bahkan as-Sulaimani memasukkannya kedalam kelompok orang-orang yang memalsukan hadits.

Oleh karena itu Imam Ibnul Jauzi memasukkan hadits ini dalam al-Maudhu’at dan berkata: “Berkata Ibnu Hibban: “Bathil, tidak ada asal-usulnya.” Dan ini disepakati oleh as-Sakhawi dalam al-Maqashid al-Hasanah.

keluarkan lagi hadist2 kamu???
Kemarin jam 10:27

Paulus Rasul
oke baiklah..bintang???? Perselisihan Ummatku adalah rahmat – Tidak ada asal-usulnya???
Kemarin jam 10:28

>Bintang Asyura
paulus…ini yg terakhir giliran itu kamu menjawab soal saudara saya moezav. soala ini saya faham oke lihat jawabannya di bawah?

Berkata Syaikh al-Albani rahimahullah: “Para ulama ahli hadits telah mengerahkan segala kemampuan mereka untuk menemukan sanad hadits ini, namun mereka tidak bisa menemukannya. Sampai-sampai Imam as-Suyuthi berkata: “… Lihat SelengkapnyaBarangkali hadits ini diriwayatkan di sebagian kitab para ulama yang tidak sampai kepada kita.” Namun menurutku ucapan ini jauh dari kebenaran, karena mempunyai konsekuensi bahwa ada beberapa hadits yang hilang dari ummat ini, dan ini sama sekali tidak boleh diyakini oleh seorang muslim.”

Berkata Imam as-Subki rahimahullah: “Hadits ini tidak dikenal oleh para ulama, dan saya pun tidak menemukan sanadnya, baik sanad yang shahih, lemah maupun palsu.”

Ucapan ini disepakati oleh Syaikh Zakaria al-ashari dalam ta’liq Beliau atas kitab Tafsir Baidhawi.

Makna hadits inipun munkar menurut para ulama. Berkata Imam Ibnu Hazm rahimahullah dalam al-Ahkam fi Ushulil Ahkam 5/64 setelah beliau mengisyaratkan bahwa ucapan diatas itu bukan hadits: “Ucapan ini sangat rusak, karena seandainya perselisihan itu merupakan sebuah rahmat, niscaya persatuan itu merupakan adzab, dan ini tidak pernah dikatakan oleh seorang muslim, karena tidak ada didunia ini melainkan persatuan dan perselisihan, juga tidak ada melainkan rahmat dan adzab.

Diantara dampak negatif dari hadits ini adalah bahwa sebagian kaum muslimin menyetujui adanya perselisihan sengit yang terjadi diantara empat madzhab fiqih, mereka tidak berusaha mengembalikan permasalahannya kepada al-Qur’an dan as-Sunnah ash-Shahihah sebagaimana yang diperintahkan oleh imam-imam mereka, bahkan mereka berpandangan bahwa madzhab para ulama itu semacam syariat yang berbeda-beda, mereka katakan hal ini padahal mereka mengetahui bahwa pertentangan yang terjadi antara mereka tidak mungkin disatukan kecuali dengan menolak sebagian pendapat yang bertentangan dengan dalil serta menerima yang sesuai dengan dalil. Namun mereka tidak melakukan hal itu, yang mana sebenarnya perbuatan mereka itu berkonsekuensi bahwa syariat Islam itu saling bertentangan, dan ini saja cukup sebagai sebuah dalil bahwa perselisihan ini bukan datang dari Allah, seandainya mereka mau merenungkan firman Allah Ta’ala:

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur’an? Seandainya al-Qur’an itu datangnya dari selain Allah, niscaya mereka akan mendapatkan banyak perselisihan” (QS An-Nisa’ : 82)

Ayat ini sangat tegas menunjukkan bahwa perselisihan itu bukan datang dari Allah, maka bagaimana mungkin menjadikannya sebagai sebuah syariat yang diikuti serta memasukkannya sebagai sebuah rahmat yang diturunkan oleh Allah?!

Kesimpulan: Bahwa perselisihan itu sesuatu yang tercela dalam syariat ini, maka wajib menghindarinya sebisa mungkin, karena itu bisa menjadi sebab lemahnya ummat ini. sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Dan taatlah kalian pada Allah dan Rasul-Nya serta janganlah kalian saling bermusuhan, lalu kalian akan menjadi lemah dan akan hilang kekuatan kalian, dan bersabarlah sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. (QA al-Anfal : 46)

Adapun Ridha serta menamakannya sebagai sebuah rahmat, maka hal ini jelas-jelas bertentangan dengan banyak ayat-ayat al-Qur’an yang sangat tegas mencelanya, juga hal ini tidak ada sandarannya kecuali hadits ini yang sama sekali tidak ada asal-usulnya dari Rasulullah.

Kalau ada yang bertanya: “Para sahabat pun berselisih, padahal mereka adalah manusia paling utama, apakah mereka juga tercela?”

Pertanyaan ini telah dijawab oleh Imam Ibnu Hazm dalam al-Ihkam 5/67, 68: “Jelas tidak, mereka sama sekali tidak tercela, karena masing-masing dari kalangan para sahabat ingin meniti jalan Allah dan sama-sama ingin mencari kebenaran, maka yang salah mendapatkan satu pahala karena niatnya yang shalih dalam mencari kebenaran serta dihilangkan dosa dari mereka karena mereka sama sekali tidak bermaksud berbuat salah. Adapun bagi yang benar maka dia mendapatkan dua pahala.

Demikian halnya setiap muslim sampai hari kiamat kalau berhadapan dengan sesuatu masalah agama yang tidak diketahuinya, Ancaman diatas hanya berlaku bagi orang yang tidak mau berpegang kepada tali Allah dan sunnah Rasulullah padahal dia mengetahuinya lalu hanya berpegang kepada perkataan si fulan dan si fulan, dan dia hanya taqlid kepadanya, mengajak orang untuk berta’ashub kepadanya serta sengaja menolak al-Qur’an dan as-Sunnah, jika nash itu sesuai dengan pendapatnya maka diambiln sedangkan bila tidak sesuai maka ditinggalkan. Merekalah orang-orang yang tercela.

Disisi lain ada sebagian orang yang sangat lemah keimanan dan agamanya, dia mengikuti setiap yang sesuai dengan hawa nafsunya, dia mengambil setiap keringanan yang disampaikan oleh para ulama, dia hanya ikut-ikutan saja tanpa melihat dasar al-Qur’an dan as-Sunnah”
Kemarin jam 10:31

Paulus Rasul
bintang: Tunjukkan AYAT QURAN YG MEWAJIBKAN Seluruh UMAT MUSLIM di SUNAT????
Kemarin jam 10:43

>Bintang Asyura
paulus…
Khitan merupakan fitrah manusia, untuk membersihkan dirinya dari najis dan menjaga kesehatan. Sejak Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, khitan telah disyari… Lihat Selengkapnya’atkan. bahkan Yesus pun melakukannya. anehnya banyak orang kristen yang tidak melakukan. meskipun dalam perkembangannya banyak orang-orang yang bersunat setelah diketahui manfaat dari sunat tersebut.

QS 6. 161. Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar , agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik. ”

QS. 2. 135 135. Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah : ” Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”.

QS. 6.120. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif . Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),

Apa yg dilakukan Nabi Ibrahim as salah satunya adalah khitan di usia 80 th. Masalah nanti di bible disebutkan umur Abraham 99. Itu belakangan.” Yang penting Islam ada dasarnya.”

Sumber adalah asal sesuatu
Sumber hukum Islam adalah asal (tempat pengambilan) hukum Islam
Dalam kepustakaan hukum Islam, sumber hukum Islam sering pula disebut dengan dasar hukum atau dalil hukum

Dalam Al Quran Surat An Nisa : 59 disebutkan bahwa setiap muslim wajib mengikuti kehendak Allah, kehendak Rosul dan kehendak ulil ‘amri yakni orang yg mempunyai “kekuasaan” berupa ilmu pengetahuan untuk mengalirkan ajaran hak Islam dari dua sumber utamanya yakni Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad

Ketika Rasulullah mengutus Mu’adz bin Jabal menjadi gubernur di Yaman, beliau bertanya kepadanya, “Dengan pedoman apa engkau akan memutus sesuatu urusan ?”
Jawab Muadz : dengan kitabullah
Tanya Rosul : kalau tidak ada dalam Al Quran?

Jawab Muadz : dengan sunnah Rosulullah
Tanya Rosul : kalau dalam sunnah jugj tidak ada?
Jawab Muadz : saya berijtihad dengan pikiran saya
Sabda Rosul : Maha suci Allah yang telah memberikan bimbingan kepada utusan Rasul-Nya, dengan satu sikap yang disetujui Rasul-Nya. (HR Abu Dawud dan Turmudzi)

Berdasarkan QS An Nisa dan hadits tentang Muadz dapat disimpulkan bahwa :
sumber hukum Islam ada 3 yiaitu; Al Quran, As Sunnah dan akal pikiran yg mampu melakukan Ijtihad
dalam penggunaan ketiga sumber tersebut maka diprioritaskan yang pertama, baru kemudian yang kedua dan terakhir yang ke-3 dalam memecahkan suatu permasalhan hukum.

jadi hukum islam bersumber dari AlQuran,Sunnah(hadits), dan ijtihad para Ulama yang tingkat pengetahuan agamanya adalah tidak diragukan..

Tapi sumber hukum utama tetaplah AlQuran,, tidak boleh membuat sesuatu hukum jika bertentangan dengan Alquran.

Ayat-ayat Al-Qur’an Tentang Khitan Perempuan:

Surat An-Nahl ayat 123
Surat Ali Imran ayat 68
Surat AS-Syura Ayat 13
Kemarin jam 10:49

Paulus Rasul
hahahahahaha sabar , saya penasaran sama bintang..NIKAH MUT’aH apakah halal hukumnya???
Kemarin jam 10:52

>Bintang Asyura
paulus…..

Nikah Mut’ah atau nikah sementara terkenal dengan sebutan kawin Kontrak. Pengertiannya adalah perkawinan seoarng laki-laki dengan perempuan untuk bersenang-senang atau bersetubuh dalam sementara waktu,misalnya satu bulan, dua bulan, satu tahun, atau lebih, tanpa maskawin, tidak ada Iddah dan tidak ada warisan.

Mula-mula nikah mut’ah … Lihat Selengkapnyadibolehkan oleh Rasulullah bagi orang yang tidak tahan membendung hasrat seksualnya, supaya tidak tergelincir berbuat zina,lalu mengadakan hubungan badan diluar nikah.

Menurut pengakuan Ibnu Mas’ud, “Rasulullah memberi keringanan kepada kami untuk kawin dengan seorang perempuan dengan upah berupa kain untuk suatu Waktu.” (HR. Bukhari).

Nikah Mut’ah ini pernah terjadi di masa Jahiliah. Tapi setelah itu beliau melarangnya: “Wahai manusia sesungguhnya saya pernah membolehkan kamu untuk nikah mut’ah dengan perempuan, tetapi sekarng Allah mengharamkan hal itu sampai hari kiamat.” (HR. Muslim)

“Dari Ali, bahwa Nabi Saw. telah melarang nikah mut’ah pada tahun khaibar, juga melarang makan daging keledai jinak.: (HR. Muslim)

Dan sabdanya pula :

“Dari Rabi’ bin Sabrah dari ayahnya,bahwa nabi Saw. telah melarang Nikah Mut’ah.” (HR. Muslim)

Sedangkan hadist riwayat Thabrani menjelaskan,artinya : “kata Sahal bin Saad bahwa Rasulullah memberikan kelonggaran tentang kawin kontrak itu untuk kepentingan mendesak bagi seseorang, setelah itu nabi melarangnya.”

Jadi,kalau sekarang ada kawin kontrak atau nikah mut’ah,maka hukumnya haram, tidak dibenarkan Oleh Islam, tidak dibenarakan Oleh Nabi Saw. Dan Tidak di benarkan Oleh Allah.
Kemarin jam 10:53

Paulus Rasul
Wajah Nabi Muhammad itu kayak apa sih..jawab bintang???
Kemarin jam 10:56

>Bintang Asyura
paulus…

Berikut ada beberapa hadist yang meriwayatkan tentang wajah Nabi. Semoga bagi teman teman baik muslim maupun non muslim yang masih penasaran, seperti apakah Wajah Nabi yang begitu dicintai umat Islam ini.

1. Seorang lelaki bertanya kepada Albarra bin Azib ra : Apakah wajah Rasul saw seperti pedang ? (bukankah beliau banyak berperang, … Lihat Selengkapnyaapakah wajahnya bengis bak penguasa kejam), maka menjawablah Albarra bin Azib ra : Tidak.. tapi bahkan wajah beliau bagai Bulan Purnama.., (kiasan tentang betapa lembutnya wajah beliau yang dipenuhi kasih sayang) (Shahih Bukhari hadits no.3359, hadits serupa Shahih Ibn Hibban hadits no.6287).

2. Diriwayatkan oleh Jabir bin samurah ra : wajah beliau saw bagaikan Matahari dan Bulan (Shahih Muslim hadits no.2344, hadits serupa pada Shahih Ibn Hibban hadits no.6297),

3. Riwayat Sayyidina Ali, yang mengatakan : seakan akan Matahari dan Bulan beredar di wajah beliau saw. (Syamail Imam Tirmidzi).

4. Riwayat Umar bin khattab ra bahwa Rasul saw adalah manusia yang bibirnya paling indah .Al Imam Alhafidh Syeikh Abdurrahman Addeba mengumpulkan ciri ciri sang Nabi saw : Beliau saw itu selalu dipayungi oleh awan dan diikuti oleh kabut tipis, hidung beliau saw lurus dan indah, Bibirnya bagaikan huruf Miim (kiasan bahwa bibir beliau tak terlalu lebar tak pula sempit dan sangat indah), Kedua alisnya bagaikan huruf Nuun, (kiasan bahwa alis beliau itu tebal dan sangat hitam dan bersambung antara kiri dan kanannya).

5. Dari Abi Jahiifah ra : Para sahabat berebutan mengambil telapak tangan beliau dan mengusapkannya di wajah mereka, ketika kutaruh telapak tangan beliau saw diwajahku ternyata telapak tangan beliau saw lebih sejuk dari es dan lebih wangi dari misik (Shahih Bukhari hadits no.3360)
6. Berkata Anas ra : Tak kutemukan sutra atau kain apapun yang lebih lembut dari telapak tangan Rasulullah saw, dan tak kutemukan wewangian yang lebih wangi dari keringat dan tubuh Rasul saw (Shahih Bukhari hadits no.3368).

7. Kami tak melihat suatu pemandangan yg lebih menakjubkan bagi kami selain Wajah Nabi saw. (Shahih Bukhari hadits no.649 dan Muslim hadits no.419)

8. Dan beliau saw itu adalah manusia yg terindah wajahnya, dan terindah akhlaknya (Shahih Bukhari hadits no.3356) .

9. Dan beliau saw itu adalah manusia yg termulia dan manusia yg paling dermawan, dan manusia yang paling berani. (Shahih Bukhari hadits no.5686)

10. Dari Abu Hurairah ra : Wahai Rasulullah.., bila kami memandang wajahmu maka terangkatlah hati kami dalam puncak kekhusyuan, bila kami berpisah maka kami teringat keduniawan, dan mencium istri kami dan bercanda dengan anak anak kami. (Musnad Ahmad Juz 2 hal.304, hadits no.8030 dan Tafsir Ibn katsir Juz 1 hal.407 dan Juz 4 hal.50)
Kemarin jam 10:56

Paulus Rasul
bintang sebutkan ayat2 yahudi ada berapa dalam quran
Kemarin jam 10:59

>Bintang Asyura
paulus……

1.Al Quran : (2) Al Baqarah : Ayat 120
2.Al Quran : (5) Al Maa’idah : Ayat 62
3.Al Quran : (7) Al A’raaf : Ayat 167
4.Al Quran : (5) Al Maa’idah : Ayat 51
5.Al Quran : (2) Al Baqarah : Ayat 111
6.Al Quran : (59) Al Hasyr : Ayat 15
7.Al Quran : (2) Al Baqarah 113
8.Al Quran : (2) Al Baqarah : Ayat 135.
9.Al Quran : (2) Al Baqarah : Ayat 144
10.Al Quran : (2) Al Baqarah : Ayat 145
11.Al Quran : (2) Al Baqarah : Ayat 146
12.Al Quran : (5) Al Maa’idah : Ayat 18
13.Al Quran : (5) Al Maa’idah : Ayat 41
14.Al Quran : (5) Al Maa’idah : Ayat 42
15.Al Quran : (5) Al Maa’idah : Ayat 61
16.Al Quran : (5) Al Maa’idah : Ayat 64
17.Al Quran : (5) Al Maa’idah : Ayat 78
18.Al Quran : (3) Ali ‘Imraan : Ayat 183
19.Al Quran : (3) Ali ‘Imraan : Ayat 118
20.Al Quran : (3) Ali ‘Imraan : Ayat 67
21.Al Quran : (3) Ali ‘Imraan : Ayat 23
22.Al Quran : (16) An Nahl : Ayat 118
23.Al Quran : (4) An Nisaa’ : Ayat 153
24.Al Quran : (4) An Nisaa’ : Ayat 160
25.Al Quran : (4) An Nisaa’ : Ayat 46
26.Al Quran : (13) Ar Ra’d : Ayat 36
27.Al Quran : (9) At Taubah : Ayat 30
28.Al Quran : (9) At Taubah : Ayat 34
29.Al Quran : (47) Muhammad : Ayat 26
30.Al Quran : (10) Yunus : Ayat 68.
Kemarin jam 11:00

Paulus Rasul
Maksud dari JIHAD itu apa sih? jawab bintang
Kemarin jam 11:01

>Bintang Asyura
paulus…

Jihad adalah kata yang berasal dari Bahasa Arab yang berarti berjuang untuk tujuan tertentu. Dalam Al Qur’an ketika Allah (Tuhan) menyerukan kepada orang-orang untuk terlibat dalam Jihad ini, mengacu pada perjuangan yang mulia.
Jihad ini dapat dilakukan dalam banyak cara [yang semuanya berusaha untuk membangun dan mempromosikan … Lihat Selengkapnyaperdamaian dalam masyarakat]:
Perjuangan untuk reformasi diri sendiri: Ini adalah dianggap sebagai Jihad terbesar itu adalah perjuangan melawan godaan nafsu kita seperti keserakahan, nafsu dan hasrat duniawi lainnya. Hal ini menjadikan diri kita menjadi lebih disiplin sehingga kita mampu mengendalikan moral, pikiran dan tindakan kita.
Kewajiban umat Islam untuk menyampaikan pesan Islam yang sejati kepada orang lain: Al-Qur’an menekankan bahwa bentuk Jihad harus dilaksanakan dengan kebijaksanaan, toleransi dan hormat kepada orang lain dan keyakinan mereka dan melarang penggunaan paksaan atau kekuatan apapun.
Pengorbanan harta untuk membantu orang miskin: Membantu mereka yang membutuhkan, terlepas dari warna kulit, kepercayaan atau ras, adalah sebuah bentuk jihad yang tidak lain untuk membantu meringankan penderitaan manusia, tetapi juga membangun perdamaian dan harmoni sosial antara yang kaya dan miskin.
Pertempuran untuk Membela diri: Al-Qur’an telah membuat jelas bahwa jenis jihad ini (yang merupakan Jihad urutan yang lebih rendah) hanya bisa dilakukan dalam keadaan tertentu saja (keadaan darurat).

Keadaan ini dijelaskan dalam ayat-ayat berikut dari Al Qur’an:
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ ()
الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ()
Telah diizinkan bagi mereka yang telah diperangi, disebabkan mereka telah dianiaya. Dan sesunngguhnya Allah berkuasa menolong mereka. Orang-orang yang telah diusir dari rumah-rumah mereka tanpa hak, hanya karena mereka berkata, “Tuhan kami ialah Allah.” Dan sekiranya tidak ada tangkisan Allah terhadap sebagian manusia oleh sebagian yang lain, maka akan hancurlah biara-biara serta gereja-gereja Nasrani dan rumah-rumah ibadah Yahudi serta masjid-masjid yang banyak disebut nama Allah di dalamnya. Dan pasti Allah akan menolong siapa yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, Maha Perkasa. (QS Al Hajj [22]: 40-41)
Dari penjelasan ini jelas bahwa umat Islam hanya bisa mengangkat senjata dalam membela diri jika mereka telah mendapatkan penderitaan dibawah penindasan, mendapat ancaman terhadap kehidupan dan mereka diusir dari rumah mereka hanya untuk menjalankan kegiatan agama mereka.
Kenyataannya, menurut Islam jika umat Islam dianiaya karena menjalankan agama mereka maka mereka harus terlebih dahulu meninggalkan tempat di mana mereka sedang tertindas dan mencari tempat tinggal baru.
Bahkan Jika di tempat tinggal mereka yang baru para penindas terus mengancam kehidupan mereka dan terus menyerang guna menghentikan dari menjalankan kegiatan agama mereka, maka umat Islam telah diberi hak untuk mengangkat senjata dalam membela diri.

Penting untuk dicatat bahwa pertempuran tersebut hanya bersifat defensif (mempertahankan diri) dan bukan ofensif (menyerang). Hal ini kembali ditegaskan dalam Alquran yang menyatakan:
وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Dan perangilah di jalan Allah swt. terhadap orang-orang yang memerangimu, namun jangan kamu melampaui batas, Sesungguhnya Allah swt. tidak mencintai orang-orang yang melampaui batas. (QS Al Baqarah [2]: 191)
Ketika terpaksa tiba waktu pertempuran defensif itu, maka Islam juga memberikan petunjuk yang jelas bagi umat Islam mengenai tata-cara/moralitas dalam berperang, yakni apa yang boleh dan apa-apa tidak dapat dilakukan di dalam perang, misalnya:
• Warga sipil yang tidak berperang melawan Muslim TIDAK AKAN DISERANG,
• Properti (harta-benda) seperti tanaman atau sumber lain makanan dan air, rumah sakit , panti asuhan, tempat ibadah (semua agama) TIDAK BOLEH DIRUSAK SAMA SEKALI dalam pertempuran tersebut.
• Dan perempuan, anak-anak, orang tua dan penyandang cacat SAMA SEKALI TIDAK BOLEH DIUSIK
Oleh karena itu, sangat jelas bahwa tujuan dari pertempuran tersebut adalah untuk memulihkan perdamaian dan bukan untuk mempromosikan agresi.
Jihad dalam segala bentuknya merupakan suatu cara untuk mempromosikan perdamaian baik dalam diri kita sendiri dan dalam masyarakat kita. Setiap tindakan, oleh karena itu, yang tidak mempromosikan perdamaian tidak bisa disebut sebagai Jihad.
Kemarin jam 11:03

Paulus Rasul
apa pendapat anda Tentang seorang laki-laki tidak boleh menikahi wanita yG lagi hamil apa hukumnya jelaskan bintang???
Kemarin jam 11:06

>Bintang Asyura
paulus………

Tentang hamil diluar nikah sendiri sudah kita ketahui sebagai
perbuatan zina
baik oleh pria yang menghamilinya maupun wanita yang hamil. Dan itu… Lihat Selengkapnya
merupakan dosa besar. Persoalannya adalah bolehkah menikahkan wanita
yang
hamil karena zina?

Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, ada yang secara ketat
tidak
memperbolehkan, ada pula yang menekankan pada penyelesaian masalah
tanpa
mengurangi kehati-hatian mereka. Sejalan dengan sikap para ulama itu,
ketentuan hukum Islam menjaga batas-batas pergaulan masyarakat yang
sopan
dan memberikan ketenangan dan rasa aman. Patuh terhadap ketentuan
hukum
Islam, insya Allah akan mewujudkan kemaslahatan dalam masyarakat.

Dalam Impres No. 1 Tahun 1991 tentang penyebarluasan Kompilasi Hukum
Islam(KHI), Bab VIII Kawin Hamil sama dengan persoalan menikahkan
wanita
hamil. Pasal 53 dari BAB tersebut berisi tiga(3) ayat , yaitu :
1. Seorang wanita hamil di laur nikah, dapat dinikahkan dengan pria
yang menghamilinya.
2. Perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat(1) dapat
dilangsungkan tanpa menunggu lebih dulu kelahiran anaknya.
3. Dengan dilangsungkan perkawinan pada saat wanita hamil, tidak
diperlukan perkawinan ulang setelah anak yang dikandung lahir.

Persoalan menikahkan wanita hamil apabila dilihat dari KHI,
penyelesaiaanya
jelas dan sederhana cukup dengan satu pasal dan tiga ayat. Yang
menikahi
wanita hamil adalah pria yang menghamilinya, hal ini termasuk
penangkalan
terhadap terjadinya pergaulan bebas, juga dalam pertunangan. Asas
pembolehan
pernikahan wanita hamil ini dimaksudkan untuk memberi perlindungan
kepastian
hukum kepada anak yang ada dalam kandungan, dan logikanya untuk
mengakhiri
status anak zina.

Dalam kasus wanita hamil yang akan menikah dengan laki-laki lain yang
tidak
menghamilinya, ada dua pendapat yaitu : pertama, harus menunggu sampai
kelahiran anak yang dikandung wanita tersebut. Dan status anak yang
dilahirkan kelak, dapat dianggap sebagai anak laki-laki yang mengawini
wanita tersebut dengan kesepakatan kedua belah pihak. Kedua, siapapun
pria
yang mengawini dianggap benar sebagai pria yang menghamili, kecuali
wanita t
ersebut menyanggahnya. Ini pendapat ulama Hanafi yang menyatakan bahwa
menetapkan adanya nasab (keturunan) terhadap seorang anak, lebih baik
dibanding menganggap seorang anak tanpa keturunan alias anak haram.

Perkawinan dalam kasus ini dapat dilangsungkan tanpa menunggu
kelahiran
bayi, dan anak yang dikandung dianggap mempunyai hubungan darah dan
hokum
yang sah dengan pria yang mengawini wanita tersebut. Di sinilah letak
kompromistis antara hukum Islam dan hukum adat dengan menimbang pada
kemaslahatan, aspek sosiologis dan psikologis.

Sebagai akhir dari penjelasan ini adalah pembolehan Jumhur ulama
berdasar
pada hadis ‘Aisyah dari Ath-Thobary dan ad-Daruquthny, sesungguhnya
Rasulullah SAW ditanya tentang seroang laki-laki yang berzina dengan
seorang
perempuan dan ia mau mengawininya. Beliau berkata:”Awalnya zina
akhirnya
nikah, dan yang haram itu tidak mengharamkan yang halal.”Sahabat yang
mebolehkan nikah wanita berzina adalah Abu Bakar, Umar, Ibnu Abbas
yang
disebut madzab Jumhur. (Ali Assobuny/I/hlm49-50).

Demikian penjelasan saya, semoga Allah menjauhkan kita dan saudara-
saudara
kita dari perbuatan dosa, Amin.
Kemarin jam 11:08

Paulus Rasul
Dalam alkitab kristen apakah ada dijelaskan tentang isi surga seperti dalam Al Quran?? jawab bintang
Kemarin jam 11:12

Bintang Asyura
paulus…lihat di bawah ini

Surga atau Kerajaan Surga adalah kehidupan kekal yang dijanjikan Yesus kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Istilah surga dipakai oleh penulis Alkitab menunjuk pada tempat yang kudus di mana Allah saat ini berada. Kehidupan kekal, ciptaan yang sempurna, tempat dimana Allah menghendaki untuk tinggal secara … Lihat Selengkapnyapermanen dengan umat-Nya (Wahyu 21:3). Tidak akan ada lagi pemisahan antara Allah dan manusia. Orang-orang beriman sendiri akan hidup dengan kemuliaan, dibangkitkan dengan tubuh yang baru; tidak akan ada penyakit, tidak ada kematian dan tidak ada air mata.
Catatan Alkitab
• Diciptakan oleh Allah. (Kejadian 1:1; Wahyu 10:6)
• Kekal dan abadi. (Mazmur 89:30; 2 Korintus 5:1)
• Tidak terukur. (Yeremia 31:37)
• Tinggi. (Mazmur 103:11; Yesaya 57:15)
• Kudus. (Ulangan 26:15; Mazmur 20:7; Yesaya 57:15)
• Tempat kediaman Allah. (1 Raja-raja 8:30; Matius 6:9)
• Takhta Allah. (Yesaya 66:1; Kisah 7:49)
• Malaikat-Malaikat diam di dalam surga. (Matius 18:10; 24:36)
• Nama orang-orang kudus terdaftar di dalam surga. (Lukas 10:20; Ibrani 12:23)
• Orang-orang kudus mendapat upah di dalam surga. (Matius 5:12; 1 Petrus 1:4)
• Pertobatan menyebabkan sukacita di dalam surga. (Lukas 15:7)
• Kumpulkan harta benda di dalam surga. (Matius 6:20; Lukas 12:33)
• Daging dan darah tidak mendapat bagian di dalam surga. (1 Korintus 15:20)
• Kebahagiaan di surga dijelaskan. (Wahyu 7:16-17)
• Dinamai:
o Firdaus. (2 Korintus 12:2,4)
o Kerajaan Kristus dan Allah. (Efesus 5:5)
o Perhentian. (Ibrani 4:9)
o Rumah Bapa. (Yohanes 14:2)
o Sebuah lumbung. (Matius 3:12)
o Tanah air sorgawi. (Ibrani 11:16)
o Orang jahat tidak mendapat bagian dalam surga. (Galatia 5:21; Efesus 5:5; Wahyu 22:15)
Kemarin jam 11:13

Moezav اسلام
Saya mau tanya ke Bintang, Yesus adalah utusan Tuhan (Yoh 17:3), apakah beliau setingkat dgn Paulus yang mengaku pula sbg utusan Tuhan? Bisa anda jelaskan?
Kemarin jam 11:18

> Bintang asyura..

tanggapan saya :
Pandangan Paulus tentang Allah dipengaruhi sekali oleh Perjanjian Lama dan oleh kepercayaan Yahudi yang konsekuen. Pandangan itu pada hakekatnya juga sama dengan yang terdapat dalam ajaran Yesus. Pandangannya tentang Allah tinggi, tapi ia tidak mengikuti kesalahan orang Yahudi sezamannya, yang menjadikan Allah jauh sekali (transendentalisme). Konsepnya tentang Allah dikuasai oleh gagasan tentang kasih karunia, yaitu kebaikan Allah yang bukan berdasarkan kelayakan manusia. Paulus tidak pernah dapat melepaskan diri dari gagasan, bahwa seluruh proses keselamatan itu adalah inisiatif Allah dan tidak tergantung pada usaha manusia. Ia tahu benar kasih Allah di dalam Kristus dan tidak pernah jemu untuk mengucapkan hal itu.
Yesus Kristus sendiri senantiasa berpatokan kepada Perjanjian Lama sedangkan monotheisme adalah dasar dan inti Perjanjian Lama. Perjanjian Lama tidak menulis bahwa Allah yang Esa terdiri atas tiga pribadi yang berbeda. Klimaks Perjanjian Lama adalah Allah sendiri yang telah turun ke bumi untuk melaksanakan penyelamatan dunia dalam rupa Mesias yang ilahi, Manusia Ilahi, tangan Tuhan.
keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus adalah untuk semua orang, bukan hanya orang Yahudi. Gagasan Paulus ini menimbulkan pertikaian antara dirinya dengan murid-murid Yesus, terutama Petrus dan Yakobus, yang percaya bahwa untuk menjadi pengikut Yesus, orang-orang yang bukan Yahudi haruslah pertama-tama menjadi Yahudi terlebih dulu (lih. Gal. 2:11-14). Untuk menyelesaikan konflik ini, diadakanlah persidangan di Yerusalem (Kis. 15), yang disebut sebagai Sidang Sinode atau Konsili Gereja yang pertama.
Konsili ini menghasilkan beberapa keputusan penting, misalnya:
1. untuk menikmati karya penyelamatan Yesus, orang tidak harus menjadi Yahudi terlebih dahulu
2. orang-orang Kristen yang bukan berasal dari latar belakang Yahudi tidak diwajibkan mengikuti tradisi dan pantangan Yahudi (mis. hal-perihal tentang sunat dan memakan makanan yang diharamkan).
3. Paulus mendapat mandat untuk memberitakan Injil ke daerah-daerah berbahasa Yunani.
Paulus dijadikan seorang Santo (orang suci) oleh seluruh gereja yang menghargai santo, termasuk Katolik Roma, Ortodoks Timur, dan Anglikan, dan beberapa denominasi Lutheran. Dia berbuat banyak untuk kemajuan Kristen di antara para orang-orang bukan Yahudi, dan dianggap sebagai salah satu sumber utama dari doktrin awal Gereja, dan merupakan pendiri kekristenan Paulin (kekristenan bercorak Paulus). Surat-suratnya menjadi bagian penting Perjanjian Baru. Banyak yang berpendapat bahwa Paulus memainkan peranan penting dalam mendirikan agama Kristen sebagai agama yang berbeda, dan bukan sebagai sekte dari Yudaisme.

Moezav اسلام
saya ingin bertanya kepada Bintang yang telah menjelaskan “surga” dalam alkitab di profile saya kemaren. Yang ingin saya tanyakan bagaimana menurut anda tentang “neraka” yang termaktub dalam alkitab?

Bintang asyura…

tanggapan saya,

Kata “neraka” juga terdapat dalam banyak terjemahan Alkitab. Ayat-ayat yang sama dalam terjemahan-terjemahan lain menyebutkan “kubur”, “dunia orang mati”, dan sebagainya. Alkitab-Alkitab lain hanya mentransliterasikan kata-kata bahasa asli yang kadang-kadang diterjemahkan “neraka”; Dalam bahasa Ibrani, neraka diistilahkan sebagai “She’ohl” (syeol) dan dalam bahasa Yunani “Hai’des” (hades) sebagai kuburan umum dari umat manusia yang mati; Dalam bahasa Yunani “He’en-na” (gehenna) dan digunakan sebagai lambang dari kebinasaan kekal.
Dalam agama Kristen, Neraka terbagi dalam 3 tingkat, yaitu:
• Hades
Adalah tempat atau bagian dari neraka yang paling atas atau sama dengan tempat penantian. namun di dalam tempat penantian itupun banyak jiwa yang tidak luput dari pandangan para utusan neraka.
• Neraka
Adalah tempat atau bagian tengah dari neraka. Siksaan di bagian ini lebih kejam daripada di hades.
• Jurang tak berdasar.
Adalah bagian neraka yang paling dalam. Di tempat ini terdapat lautan api dan belerang dimana para jiwa yang berdosa direndam dalam lautan itu. Di tempat itu pula Allah memenjarakan Sang Naga atau Iblis yang akan dilepaskan pada masa tujuh tahun penderitaan.

Kategori:halaman
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: